Sabtu, 28 Oktober 2017
Sabtu, 07 Oktober 2017
PERILAKU BENTUK VERBA DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA TULIS SISWA SEKOLAH ARUNSAT VITAYA, PATTANI, THAILAND SELATAN Mahmud Mushoffa, Imam Suyitno
Abstract
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku bentuk verba dalam kalimat bahasa Indonesia tulis siswa Sekolah Arunsat Vitaya, Pattani, Thailand Selatan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian teks. Berdasarkan hasil temuan penelitian, ditemukan: (1) bentuk verba sebagai verba utama; (2) bentuk verba sebagai adverbia pendamping verba utama; (3) bentuk verba sebagai perluasan nomina; dan (4) bentuk verba sebagai preposisi dalam sebuah kalimat. Dari hasil temuan tersebut, ketiadaan verba yang berfungsi sebagai verba utama, adverbia dari verba utama, perluasan nomina, dan preposisi berpengaruh pada pemenuhan kelengkapan unsur wajib sebuah kalimat. Hal ini tergantung verba apa yang digunakan.
http://dx.doi.org/10.17977/um007v1i12017p014
Apa Arti Sebuah Kelulusan?
Kelulusan bagi saya adalah sebuah pintu keluar yang memberikan kebebasan kepada masing-masing individu untuk berkreasi demi kemajuan bangsa Indonesia. Kesungguhan dalam proses memperoleh gelar adalah suatu kerhormatan menjadi seseorang yang berkualitas.
Salam Kelususan Dengan Prof. Rofi'udin Rektor UM (Tahun 2017)
Mahmud Mushoffa, S. Pd.
Senyum merekah di antara harapan orang tua untuk anaknya dalam proses menjalani kehidupan sebagai generasi penerus bangsa yang bisa memajukan negara Indonesia dan menjaga agama
Kamis, 05 Oktober 2017
Pembinaan Bahasa Indonesia: Antara Pengembangan dan Pemertahanan
Membina berarti memberikan sebuah arahan, membangun, meningkatkan agar seseorang menjadi lebih baik. Dalam kaitannya dengan pembinaan bahasa Indonesia, terdapat beberapa permasalahan yang memang harus segera dipecahkan mengingat bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa. Bagaimana bangsa Indonesia menjadi bangsa yang menghargai dan menjunjung tinggi bahasa ketika masyarakatnya tidak melek bahasa nasional. Tugas kita sebagai "agent of change" adalah mengupayakan agar seluruh masyarakat Indonesia andil dalam mempertahankan bahasa Indonesia. Akan lebih menguntungkan lagi ketika bahasa Indonesia menjadi salah satu bibit bahasa Internasional.
Pada saat ini pengajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing atau bisa diistilahkan BIPA sedang marak dikembangkan dan dipromosikan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini berangkat dari fakta yang menuntut adanya persaingan memperkokoh bangsa seiring berlakunya pasar bebas MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Pertanyaan yang muncul sekarang adalah bagaimana cara membangun dan menyadarkan bangsa Indonesia untuk bisa mengupgrade kemampuan berbahasa Indonesia?
Terdapat sejumlah perbedabatan tentang pembinaan bahasa Indonesia, yaitu (1) membina bahasa Indonesia dengan cara menemukan istilah baru dari kosakata serapan bahasa asing yang disesuaikan dengan kosakata Indonesia dan (2) menyesuaikan ejaan penyerapan bahasa asing sesuai dengan ejaan dalam tata bahasa bahasa Indonesia.
Pertama yaitu dengan membuat istilah baru penyerapan bahasa asing. Badan Bahasa Kemendibud telah menyusun beberapa kosakata baru sebagai pengganti serapan asing. Beberapa kosakata tersebut dapat dilihat di laman http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/selingan . Keuntungan dengan adanya istilah baru ini adalah bahasa Indonesia akan tidak terkesan menjadi bahasa yang banyak menyerapan bahasa asing. Anggapan orang awan tentang sebuah bahasa adalah di mana bahasa tersebut banyak menyerap bahasa Asing, bahasa tersebut termasuk bahasa yang tidak berkualitas dan miskin kosakata. Ini merupakan sebuah anggapan masyarakat awan yang tidak begitu paham tentang perkembangan bahasa.
Kedua yaitu adopsi. adopsi adalah penyerapan penuh. Ada beberapa cara pengambilan kosakata bahasa asing, yaitu (1) adopsi, pengambilan kosakata secara keseluruhan baik pelafalan maupun penulisan; (2) adaptasi, pelafalan dan penulisan disesuai dengan aturan bahasa Indonesia; (3) terjemahan, pencarian padanan kata dalam bahasa Indonesia (4) kreasi, mengambil konsep dasar kosakata bahasa asing dan mengubah menjadi kosakata bahasa Indonesia yang mungkin terdiri atas dua frasa atau lebih (tidak hilang makna aslinya). Pada pembinaan dengan cara adopsi ini memang akan memudahkan ahli bahasa untuk menyusun sebuah kamus akan tetapi menjadi kelemahan tersendiri bagi bahasa tersebut di mana pengguna bahasa tersebut akan terkesan tidak memiliki kreativitas untuk mengembangkan kosakata bahasanya. Namun, terlepas dari itu, untuk kepentingan internasionalisasi bahasa Indonesia, cara adopsi dengan penyesuaian terhadap pelafalan bahasa Indonesia akan menjadi nilai lebih di mana penutur asing yang akan belajar bahasa Indonesia akan lebih mudah memahami kosakata yang ada di dalamnya.
NB: Dimohon untuk mencantumkan sumber ketika digunakan untuk keperluan tertentu
5/10/17
5/10/17
