Minggu, 13 Januari 2013

Ada apa dengan menulis?


Bisa dikatakan bahwa sekarang ini banyak sekali remaja pelajar yang masih belum mahir dalam membuat tulisan atau artikel-artikel yang bermanfaat bagi sesama. Mengapa demikian? Sebelum beranjak ke hal tersebut anda disarankan untuk mengetahui apa menulis itu. Dalam ilmu sastra, menulis merupakan suatu media untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran seseorang di suatu media, baik media elektronik maupun kertas. Media massa seperti Koran, majalah dan sebagainya merupakan sarana yang paling baik untuk mengembangkan ilmu pengetahuan seseorang.
Coba anda bandingkan orang yang banyak membaca tulisan melalui berbagai media dengan orang yang suka hanya menonton film, tv, dan mendengar berita dari orang lain. Sudah pasti bahwa orang yang banyak membaca itu mempunyai daya ingat yang lebih bagus dari pada orang yang hanya mendengar saja. Dan secara tidak langsung, orang yang gemar membaca sudah dipastikan dapat mengungkapkan isi pikirannya ke dalam sebuah karangan artikel maupun cerpen.
Dengan semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya seseorang semakin banyak membaca melalui media yang ada sesuai dengan perkembangannnya. Namun sekarang ini, tidak semua pelajar remaja menggunakan dengan maksimal media yang untuk kegiatan yang dapat meningkatkan kreatifitas menulis tetapi akan lebih banyak digunakan dalam jejaring social seperti fb, ngegame,dll. Menulis tidak mengharuskan seseorang untuk menulis tentang perkembangan sosialbudaya, artikel ilmiah, puisi, cerpen,dsb. Akan menulis sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya. Misalkan orang yang suka di bidang teknologi, dia dapat menuliskan ke media tentang teknologi yang dia kembangkan, di teliti. Orang yang suka menuis puisi dapat menuliskan karya puisinya ke sebuah media. Janganlah berfikir banyak, tuliskan apa yang anda pikirkan itu ke sbuah media. Hitung sebagai latihan menulis yang baik sekaligus menukarkan pikiran kita kepada orang lain yang membutuhkan. Semakin banyak kita menulis dan semakin banyak orang yang mendapatkan ilmu dari tulisan kita, ingsyaallah kita akan emndapatkan pahala. Selama tulisan itu bertujuan untuk membaikan keadaan.

Jumat, 11 Januari 2013

Perubahan Bukan Berarti Mangharuskan Kita Berubah

Kita tidak asing lagi mendengarkan dan menyaksikan perkembangan IPTEK di era modern ini yang begitu cepat memasuki dunia kehidupan manusia. Tidak mengenal siapa orangnya, akan tetapi mengajak semua orang untuk mengenal dia. Dan hal ini tidak dapat dipungkiri keadaannya. Memang seharusnya seperti inilah yang harus diterima. Ini bukan berarti kita sebagai umat islam tidak begitu saja ikut pada perkembangan IPTEK yang ada. Memang keikutsertaan dalam hal tersebut sangatlah dibutuhkan mengingat sekarang sudah waktunya untuk berkembang dan berubah lebih baik. Tentunya juga harus dibarengi benteng iman yang cukup kuat untuk menerima apa yang sedang terjadi. Coba kita ingat kembali, jikalau hari ini sama seperti hari kemarin maka rugilah orang tesebut. Jika hari ini lebih buruk dari kemarin maka celakalah dia. Dan seseorang itu akan beruntung jika hari ini lebih baik daripada kemarin. Dengan perkembangan itulah, umat islam harus berfikir lebih kritis lagi untuk memanfaatkan kemajuan itu dalam berdakwah dan membagikan ilmu tentang keislaman kepada seluruh umat di dunia.
Pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan adanya perkembangan IPTEK di dalam islam sangatlah banyak. Mulai yang baik sampai yang buruk. Misalnya saja kita sebagai pelajar yang beragama islam sepatutnya untuk senantiasa menjunjung tinggi aturan agama dalam setiap sudut sendi kehidupan ini. Tidak memandang apapun yang ada dihadapannya. Semua terhiasi dengan berbagai aspek keislaman. Contohnya ketika kita sedang berinteraksi dengan sesama muslim, seharusnya selalu menggunakan etika yang bagus, sopan dan satun. Berkata yang baik, berperilaku yang ramah tamah kepada siapapun. Namun dengan hadir berbagai perkembangan IPTEK yang menyangkut etika tatakrama secara otomatis informasi yang berupa opini, gagasan, bacaan yang baik dan kurang baikpun dapat menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan mudah dan cepat melalui media masa elektronik. Secara tidak langsung orang yang membaca akan terbawa oleh hal tersebut. Ini juga dapat membawakan karakter yang ujung-ujungnya dapat memperengaruhi perilaku seseorang terhadap sesama. Sekarang itu banyak para remaja yang tidak begitu memerhatikan etika yang baik terhadap sesama. Apakah mungkin ini diperangaruhi oleh media masa yang kurang begitu mendukung adanya pemupukan sikap yang baik dan mulia. Namun kita jangan terlalu cepat memfonis hal tersebut.
Oleh karena itu mari kita telusuri lebih lanjut. Pasti banyak anak remaja yang secara tidak sadar memanggil orang beriman dengan panggilan yang buruk. Misalnya saja ada nama seseorang bernama arief, tetapi dalam kenyataannya dia dipanggil dengan nama marley. Padahal nama “ Arief” itu artinya mulia sekali yaitu ”Bijaksana”. Namun tidak semuanya berperilaku seperti itu. Ada beberapa orang saja yang melakukannya, entah mengapa orang bisa mengatakan seperti itu. Mungkin hal ini sangat menarik dan lucu bagi orang yang memanggilnya. Tetapi terkadang bagi orang yang dipanggil merasa hal itu sebagai sebuah penghinaan. Namun tidak semua orang merasa yang hal sama. Adakalanya orang yang dipanggil tersebut merasa senang, mungkin untuk mengakrabkannya. Perlu diketahui juga bahwa apaun nama seseorang itu akan membawa pada sifat dan karakter yang ada dalam dirinya. Bahkan allah memerintahkan kepada kita semua dalam wahyunya “ Janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar yang buruk (QS. Al Hujarat : 11 )”. Sebaik-baiknya memanggil orang lain ibarat memanggil diri kita sendiri dengan panggilan itu. Semakin banyak kita memanggil seseorang dengan panggilan yang baik dan mulia, semakin baik dan mulia diri kita.
Berperilaku merupakan suatu hal yang tak dapat dipisahkan oleh setiap manusia karena setiap orang itu berbuat maka sekaligus ia juga berperilaku. Kebanyakan orang sekarang meniru gaya ala artis-artis terkenal yang menjadi idolanya. Umat islam seharusnya menirukan sifat dan karakter Rosulullah SAW dalam berperilaku, bertindak setiap waktu dan setiap saat. Namun dalam kenyataannya hal itu sedikit demi sedikit akan luntur dengan berkembangnya ilmu pegetahuan umum. Di dalam AL Qu’an itu sudah dipaparkan bahwa di dalam diri Rosulullah terdapat suri tauladan yang baik. “Sungguh dalam diri rosulullah telah ada suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang mengharapkan rahmat allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut allah (QS Al Ahzab : 21 )”. Sikap lemah lembut merupakan salah satu sifat Rosulullah yang patut kita contoh.” Maka disebabkan oleh rahmat allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka (QS AL Imran : 159 )” dalam diri rosulullah sudah terdapat sifat lemah lembut. Jikalau dalam diri beliau tidak ada sifa seperti itu maka dapat dipastikan umatnya akan kabur denagn sendirinya. Memang allah telah menempatkan sifat itu ke dalam dirinya. Dengan tujuan agar beliau selalu memaafkan kesalahan yang ada dalam diri rosulullah dan memintakan maaf kepadaNya. Seandainya saja di dunia ini semua orang memilki sifat lemah lembut. Pasti tidak akan terjadi yang namanya konflik dan lain sebagainya yang dapat menimbulkan kerugian terhadap sesama. Semoga kita dalam lindungan Allah SWT.
Jadi selayaknya kita sebagai pelajar remaja yang berpendidikan islam senantiasa berusaha untuk menerapkan sifat-sifat yang dimiliki Rosulullah SAW dalam setiap sudut-sudut kehidupan sehari-hari. Janganlah dengan adanya perkembangan IPTEK menjdaikan hal itu menjadi pudar. Ingatlah MAD JADDA WAJADA. Siapa bersunguh-sungguh niscaya dia akan mendapatkan apa yang ia inginkan.