
Kita tidak asing lagi mendengarkan dan menyaksikan perkembangan IPTEK
di era modern ini yang begitu cepat memasuki dunia kehidupan manusia. Tidak
mengenal siapa orangnya, akan tetapi mengajak semua orang untuk mengenal dia.
Dan hal ini tidak dapat dipungkiri keadaannya. Memang seharusnya seperti inilah
yang harus diterima. Ini bukan berarti kita sebagai umat islam tidak begitu
saja ikut pada perkembangan IPTEK yang ada. Memang keikutsertaan dalam hal
tersebut sangatlah dibutuhkan mengingat sekarang sudah waktunya untuk
berkembang dan berubah lebih baik. Tentunya juga harus dibarengi benteng iman
yang cukup kuat untuk menerima apa yang sedang terjadi. Coba kita ingat kembali,
jikalau hari ini sama seperti hari kemarin maka rugilah orang tesebut. Jika
hari ini lebih buruk dari kemarin maka celakalah dia. Dan seseorang itu akan
beruntung jika hari ini lebih baik daripada kemarin. Dengan perkembangan
itulah, umat islam harus berfikir lebih kritis lagi untuk memanfaatkan kemajuan
itu dalam berdakwah dan membagikan ilmu tentang keislaman kepada seluruh umat
di dunia.
Pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan adanya perkembangan IPTEK di
dalam islam sangatlah banyak. Mulai yang baik sampai yang buruk. Misalnya saja
kita sebagai pelajar yang beragama islam sepatutnya untuk senantiasa menjunjung
tinggi aturan agama dalam setiap sudut sendi kehidupan ini. Tidak memandang
apapun yang ada dihadapannya. Semua terhiasi dengan berbagai aspek keislaman.
Contohnya ketika kita sedang berinteraksi dengan sesama muslim, seharusnya
selalu menggunakan etika yang bagus, sopan dan satun. Berkata yang baik,
berperilaku yang ramah tamah kepada siapapun. Namun dengan hadir berbagai
perkembangan IPTEK yang menyangkut etika tatakrama secara otomatis informasi
yang berupa opini, gagasan, bacaan yang baik dan kurang baikpun dapat menyebar
ke seluruh penjuru dunia dengan mudah dan cepat melalui media masa elektronik.
Secara tidak langsung orang yang membaca akan terbawa oleh hal tersebut. Ini
juga dapat membawakan karakter yang ujung-ujungnya dapat memperengaruhi perilaku
seseorang terhadap sesama. Sekarang itu banyak para remaja yang tidak begitu
memerhatikan etika yang baik terhadap sesama. Apakah mungkin ini diperangaruhi
oleh media masa yang kurang begitu mendukung adanya pemupukan sikap yang baik
dan mulia. Namun kita jangan terlalu cepat memfonis hal tersebut.
Oleh karena itu mari kita telusuri lebih lanjut. Pasti banyak anak
remaja yang secara tidak sadar memanggil orang beriman dengan panggilan yang
buruk. Misalnya saja ada nama seseorang bernama arief, tetapi dalam
kenyataannya dia dipanggil dengan nama marley. Padahal nama “ Arief” itu
artinya mulia sekali yaitu ”Bijaksana”. Namun tidak semuanya berperilaku
seperti itu. Ada beberapa orang saja yang melakukannya, entah mengapa orang
bisa mengatakan seperti itu. Mungkin hal ini sangat menarik dan lucu bagi orang
yang memanggilnya. Tetapi terkadang bagi orang yang dipanggil merasa hal itu
sebagai sebuah penghinaan. Namun tidak semua orang merasa yang hal sama.
Adakalanya orang yang dipanggil tersebut merasa senang, mungkin untuk
mengakrabkannya. Perlu diketahui juga bahwa apaun nama seseorang itu akan
membawa pada sifat dan karakter yang ada dalam dirinya. Bahkan allah
memerintahkan kepada kita semua dalam wahyunya “ Janganlah kamu mencela dirimu
sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar yang buruk (QS. Al
Hujarat : 11 )”. Sebaik-baiknya memanggil orang lain ibarat memanggil diri kita
sendiri dengan panggilan itu. Semakin banyak kita memanggil seseorang dengan
panggilan yang baik dan mulia, semakin baik dan mulia diri kita.
Berperilaku merupakan suatu hal yang tak dapat dipisahkan oleh
setiap manusia karena setiap orang itu berbuat maka sekaligus ia juga
berperilaku. Kebanyakan orang sekarang meniru gaya ala artis-artis terkenal
yang menjadi idolanya. Umat islam seharusnya menirukan sifat dan karakter
Rosulullah SAW dalam berperilaku, bertindak setiap waktu dan setiap saat. Namun
dalam kenyataannya hal itu sedikit demi sedikit akan luntur dengan
berkembangnya ilmu pegetahuan umum. Di dalam AL Qu’an itu sudah dipaparkan
bahwa di dalam diri Rosulullah terdapat suri tauladan yang baik. “Sungguh dalam
diri rosulullah telah ada suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang
mengharapkan rahmat allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut
allah (QS Al Ahzab : 21 )”. Sikap lemah lembut merupakan salah satu sifat
Rosulullah yang patut kita contoh.” Maka disebabkan oleh rahmat allah kamu
berlaku lemah lembut terhadap mereka (QS AL Imran : 159 )” dalam diri
rosulullah sudah terdapat sifat lemah lembut. Jikalau dalam diri beliau tidak
ada sifa seperti itu maka dapat dipastikan umatnya akan kabur denagn
sendirinya. Memang allah telah menempatkan sifat itu ke dalam dirinya. Dengan
tujuan agar beliau selalu memaafkan kesalahan yang ada dalam diri rosulullah
dan memintakan maaf kepadaNya. Seandainya saja di dunia ini semua orang memilki
sifat lemah lembut. Pasti tidak akan terjadi yang namanya konflik dan lain
sebagainya yang dapat menimbulkan kerugian terhadap sesama. Semoga kita dalam
lindungan Allah SWT.
Jadi selayaknya kita sebagai pelajar remaja yang berpendidikan
islam senantiasa berusaha untuk menerapkan sifat-sifat yang dimiliki Rosulullah
SAW dalam setiap sudut-sudut kehidupan sehari-hari. Janganlah dengan adanya
perkembangan IPTEK menjdaikan hal itu menjadi pudar. Ingatlah MAD JADDA WAJADA.
Siapa bersunguh-sungguh niscaya dia akan mendapatkan apa yang ia inginkan.