Berikut Link Download Vidio yang mungkin bisa membantu Bapak/Ibu Guru di Sekolah Kita:
1. Penulisan Kisi-kisi: https://www.youtube.com/watch?v=pJ0TT70SDCw&feature=youtu.be
2. Penulisan Soal Pilihan Ganda 1: https://www.youtube.com/watch?v=QXtIPCM3-M8&feature=youtu.be
3. Penulisan Soal Pilihan Ganda 2: https://www.youtube.com/watch?v=MmgAlhq7vbw&feature=youtu.be
4. Penulisan Soal Pilihan Ganda 3: https://www.youtube.com/watch?v=xLpfnZyRt9s&feature=youtu.be
5. Penulisan Soal Uraian: https://www.youtube.com/watch?v=cDq5sntg9PQ&feature=youtu.be
6. Penulisan Soal Isian: https://www.youtube.com/watch?v=4pRS6GaS2bY&feature=youtu.be
7. Penulisan Soal HOTS Tingkat Kognitif : https://www.youtube.com/watch?v=3iJX4oUZquU&feature=youtu.be
8. Penulisan Soal HOTS Karakteristik : https://www.youtube.com/watch?v=167AkE5MWf0&feature=youtu.be
9. Contoh Soal HOTS: https://www.youtube.com/watch?v=phSbh69hhbk&feature=youtu.be
Senin, 13 November 2017
Jumat, 03 November 2017
Cara Memasang Anti Copy Paste pada Blog
Cara Memasang Anti Copy paste. Copy paste salah satu tindakan pemilik blog tidak mau berpikir maka kita bisa menjaga semua isi artikel dengan memasang anti copy paste, agar terhindar dari tangan jahil dari tukang copy paste (COPAS) sangat merugikan sekali bagi korbannya, anti copy paste bisa Anda pasang agar terhindar dengan kegiatan CTR+U atau copy paste.
http://www.ciriseo.net/2015/01/agar-artikel-blog-tidak-di-copy-paste.html
Namun bagi Anda yang membuat artikel tentang tutorial blog jangan digunakan kode script ini karena ada kode yang harus di copy oleh penguna lain pada artikel yang dipublikasikan. Misalnya Anda membuat artikel postingan tentang memasang iklan ditengah artikel, maka pada tutorial dan langkahnya pengguna akan men-copy kode script untuk iklan tersebut, meskipun Anda pasang anti copy paste sesuaikan kode script agar bisa dicopy pengguna yang membutuhkan.
Untuk mencegah copy paste pada blog selain tips di atas dengan percaya pada pihak Google untuk platform blogspot/blogger dengan dikeluarkannya Panda 2 bisa-bisa blog hasil copas artikelnya tidak terindex oleh mesin pencari google dan paling ekstrim blog dihapus karena melanggar setelah korban copy paste mengadukan ke DMCA google.
Sabtu, 07 Oktober 2017
PERILAKU BENTUK VERBA DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA TULIS SISWA SEKOLAH ARUNSAT VITAYA, PATTANI, THAILAND SELATAN Mahmud Mushoffa, Imam Suyitno
Abstract
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku bentuk verba dalam kalimat bahasa Indonesia tulis siswa Sekolah Arunsat Vitaya, Pattani, Thailand Selatan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian teks. Berdasarkan hasil temuan penelitian, ditemukan: (1) bentuk verba sebagai verba utama; (2) bentuk verba sebagai adverbia pendamping verba utama; (3) bentuk verba sebagai perluasan nomina; dan (4) bentuk verba sebagai preposisi dalam sebuah kalimat. Dari hasil temuan tersebut, ketiadaan verba yang berfungsi sebagai verba utama, adverbia dari verba utama, perluasan nomina, dan preposisi berpengaruh pada pemenuhan kelengkapan unsur wajib sebuah kalimat. Hal ini tergantung verba apa yang digunakan.
http://dx.doi.org/10.17977/um007v1i12017p014
Apa Arti Sebuah Kelulusan?
Kelulusan bagi saya adalah sebuah pintu keluar yang memberikan kebebasan kepada masing-masing individu untuk berkreasi demi kemajuan bangsa Indonesia. Kesungguhan dalam proses memperoleh gelar adalah suatu kerhormatan menjadi seseorang yang berkualitas.
Salam Kelususan Dengan Prof. Rofi'udin Rektor UM (Tahun 2017)
Mahmud Mushoffa, S. Pd.
Senyum merekah di antara harapan orang tua untuk anaknya dalam proses menjalani kehidupan sebagai generasi penerus bangsa yang bisa memajukan negara Indonesia dan menjaga agama
Kamis, 05 Oktober 2017
Pembinaan Bahasa Indonesia: Antara Pengembangan dan Pemertahanan
Membina berarti memberikan sebuah arahan, membangun, meningkatkan agar seseorang menjadi lebih baik. Dalam kaitannya dengan pembinaan bahasa Indonesia, terdapat beberapa permasalahan yang memang harus segera dipecahkan mengingat bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa. Bagaimana bangsa Indonesia menjadi bangsa yang menghargai dan menjunjung tinggi bahasa ketika masyarakatnya tidak melek bahasa nasional. Tugas kita sebagai "agent of change" adalah mengupayakan agar seluruh masyarakat Indonesia andil dalam mempertahankan bahasa Indonesia. Akan lebih menguntungkan lagi ketika bahasa Indonesia menjadi salah satu bibit bahasa Internasional.
Pada saat ini pengajaran bahasa Indonesia untuk penutur asing atau bisa diistilahkan BIPA sedang marak dikembangkan dan dipromosikan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini berangkat dari fakta yang menuntut adanya persaingan memperkokoh bangsa seiring berlakunya pasar bebas MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Pertanyaan yang muncul sekarang adalah bagaimana cara membangun dan menyadarkan bangsa Indonesia untuk bisa mengupgrade kemampuan berbahasa Indonesia?
Terdapat sejumlah perbedabatan tentang pembinaan bahasa Indonesia, yaitu (1) membina bahasa Indonesia dengan cara menemukan istilah baru dari kosakata serapan bahasa asing yang disesuaikan dengan kosakata Indonesia dan (2) menyesuaikan ejaan penyerapan bahasa asing sesuai dengan ejaan dalam tata bahasa bahasa Indonesia.
Pertama yaitu dengan membuat istilah baru penyerapan bahasa asing. Badan Bahasa Kemendibud telah menyusun beberapa kosakata baru sebagai pengganti serapan asing. Beberapa kosakata tersebut dapat dilihat di laman http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/selingan . Keuntungan dengan adanya istilah baru ini adalah bahasa Indonesia akan tidak terkesan menjadi bahasa yang banyak menyerapan bahasa asing. Anggapan orang awan tentang sebuah bahasa adalah di mana bahasa tersebut banyak menyerap bahasa Asing, bahasa tersebut termasuk bahasa yang tidak berkualitas dan miskin kosakata. Ini merupakan sebuah anggapan masyarakat awan yang tidak begitu paham tentang perkembangan bahasa.
Kedua yaitu adopsi. adopsi adalah penyerapan penuh. Ada beberapa cara pengambilan kosakata bahasa asing, yaitu (1) adopsi, pengambilan kosakata secara keseluruhan baik pelafalan maupun penulisan; (2) adaptasi, pelafalan dan penulisan disesuai dengan aturan bahasa Indonesia; (3) terjemahan, pencarian padanan kata dalam bahasa Indonesia (4) kreasi, mengambil konsep dasar kosakata bahasa asing dan mengubah menjadi kosakata bahasa Indonesia yang mungkin terdiri atas dua frasa atau lebih (tidak hilang makna aslinya). Pada pembinaan dengan cara adopsi ini memang akan memudahkan ahli bahasa untuk menyusun sebuah kamus akan tetapi menjadi kelemahan tersendiri bagi bahasa tersebut di mana pengguna bahasa tersebut akan terkesan tidak memiliki kreativitas untuk mengembangkan kosakata bahasanya. Namun, terlepas dari itu, untuk kepentingan internasionalisasi bahasa Indonesia, cara adopsi dengan penyesuaian terhadap pelafalan bahasa Indonesia akan menjadi nilai lebih di mana penutur asing yang akan belajar bahasa Indonesia akan lebih mudah memahami kosakata yang ada di dalamnya.
NB: Dimohon untuk mencantumkan sumber ketika digunakan untuk keperluan tertentu
5/10/17
5/10/17
Sabtu, 30 September 2017
Tere Liye
18.
Tere Liye Sepotong Hati Yang Baru
19. Pidi Baiq Suara dari Dilan
NB: untuk mendownload atau membaca e-book silahkan klik judul buku yang tersedia
19. Pidi Baiq Suara dari Dilan
NB: untuk mendownload atau membaca e-book silahkan klik judul buku yang tersedia
Doa Pengukuhan Laskar Dewantara UMengajar Batch 5 (1/10/17)
َعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ, يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ القُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَا فِيَةِ اْلأَجْسَادِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِاْلأَبْصَارِ وَضِيَاَئِهَا وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Allahuma ya allah, ya rahman, ya rahim,
Puji dan syukur kami persembahkan
kehadirat-mu ya allah, engkau perkenankan kami hadir di tempat ini
dalam acara pengukuhan Laskar Dewantara Muda Batch 5, semoga acara
ini mendapatkan barokah dan ridhomu Ya Allah.
Ya allah ya tuhan kami.
Dengan
pelaksanaan pengukuhan ini, marupakan langkah awal bagi kami, laskar
dewantara batch 5 untuk resmi menjadi bagian dari keluarga besar Umengajar,
yang nantinya akan melaksanakan pengabdian di dunia pendidikan sebagai bukti
betapa cinta kami pada kemajuan bangsa Indonesia serta melaksanakan Tri Dharma
Perguruan Tinggi, lancarkanlah dan berilah jalan yang membuat kami bisa berubah
dengan lebih baik Ya Allah.
Ya allah, ya mun’im
Jadikanlah acara ini sebagai momentum untuk
merekatkan solidaritas dan kepedulian kami akan pentingnya pendidikan untuk
kemanjuan bangsa Indonesia, dalam rangka mengisi dan menjalankan amanah negara
Indonesia dan para pendiri bangsa.
Ya allah, ya dzal jalali wal ikroom
Masih panjang perjalanan kami untuk
mengabdikan segenap pikiran dan tenaga kami bagi generasi penerus bangsa yang
unggul dan berprestasi, mencetak sejarah bangsa Indonesia sebagai bangsa yang
bermartabat tinggi, oleh karena itu Ya Allah, berikanlah kepada kami kemampuan
untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang cerdas, berbudaya dan berkarakter
pancasila agar menjadi bangsa yang bertaqwa dan berakhlak mulia.
Ya allah ya ghoffar
Ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak
kami, para pemimpin dan para pejuang pendahulu kami,terimalah amal
dan ibadah kami dan mereka semua, karena engkau maha
pengampun dan mengabulkan doa.
رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
NB: Doa ini dibacakan dalam rangka pengukuhan Laskar Dewantara UMengajar Batch 5 pada hari Minggu, 1 Oktober 2017
Kamis, 28 September 2017
Islam Bukan Identitas
Dalam masyarakat awam, Islam
sering digunakan sebagai identitas bahwa ia punya Tuhan dan kepercayaan. Islam
bukan sebagai sebuah entitas akan dirinya bagian dari kehidupan, tetapi
semata-mata hanya sebagai sampul untuk sebuah buku.
Identitas dalam konteks
ini yaitu sebagai sebuah pengenal bahwa seseorang yang telah dilekati dengan
nama itu setidaknya segala yang ada pada Islam secara langsung dapat melekat
pada diri seseorang tersebut. Tidak mengenal apa sesungguh yang terjadi dan
fakta di kehidupan masyarakat. Identitas yang seperti yang akan mengeroposkan
tiang besar “Islam” itu sendiri meskipun secara umum kadang orang sudah
mengerti tentang identitas yang seperti ini.
Identitas sering
dikaitakan dengan apa yang disebut sebagai kedalaman materi. Ada dua anggapan
tentang identitas. Identitas yang hanya berfungsi sebagai sampul buku tanpa
menyelaraskan isinya akan menjadi identitas tanpa bobot yang berarti, artinya
identitas tersebut suatu saat akan hilang terbawa angina peradaban. Kedua yaitu
identitas yang memperhatikan keselarasan isi. Identitas yang seperti ini
merupakan sebuah identitas yang sebenarnya tentang apa yang telah disandang
oleh seseorang. Islam sebagai identitas ataupun entitas tergantung isi dari masing-masing
individu yang melekatkan hal tersebut pada dirinya dan menginformasikan kepada
masyarakat banyak. Sering kita melihat hal ini dengan kaitannya wawasan
keislaman yang dihubungkan dengan realisasi dari wawasan tersebut.
Realisasi wawasan keislaman
ada kaitannya
dengan implementasi terhadap rasa nasionalisme dan kesepahaman dengan budaya
yang ada pada masyarakat tertentu. Melihat fenomena masyarakat tentang wawasan
keislaman dalam kaitannya dengan nasionalisme dan kebudayaan, seakan sudah
terpetakkan dengan sekat yang sangat tebal sehingga terkesan berdiri sendiri.
Padahal islam, nasionalisme, dan budaya memiliki unsur yang berkaitan. Hal ini
yang membuat masing-masing petak menjadi kaku.
Islam
pada Seseorang
Islam
yang sebenarnya adalah sebuah pemahaman dan aturan untuk hidup. Hidup yang
berhubungan manusia dan berhubungan dengan Tuhan. Yang berhubungan dengan
manusia termasuk di dalamnya adalah bagaimana seseorang bisa menjalin hidup dan
berkomunikasi dalam masyarakat dengan baik. Konsep dasar dan tata caranya sudah
tertuang dalam pedoman agama Islam. Namun, yang sering terjadi adalah seseorang
memandang suatu permasalahan berdasarkan sudut satu sudut pandang saja. Padahal
Islam tidak mengajarkan sesseorang untuk memandang suatu masalah dengan satu
sudut.
Secara
sederhana bisa dilihat dari adanya empat mazhab dalam islam. Ini menunjukkan
bahwa ada banyak cara dan ada banyak jalan menuju sesuatu yang sesuai dengan
pedoman agaman Islam. Hanya saja orang memandang jalannya hanya satu “jalan
yang lurus”. Lurus dalam konteks ini banyak diartikan secara harfiah oleh
banyak orang sehingga bagi yang tidak mengerti hakikat “lurus” akan menanggapi
atau melakukan sesuatu secara kaku dan tidak melihat fakta empiris dan sejarah
selama ini.
Islam
dalam Ruang Lingkup Nasionalisme
Pada
konsep ini, Islam berfungsi sebagai dasar bagaimana hidup berbangsa dan
bernegara. Berhubungan dengan hal itu, pemahaman lintas agama dan lintas budaya
diperlukan untuk menjadikan satu dan padu dalam hidup berbangsa dan bernegara.
Seseorang tidak bisa hidup hanya dengan memandang dan berpedoman kaku pada satu
hal karena pada dasarnya hidup berjalan harmonis ketika bisa menyerasikan
berbagai hal untuk berjalan tanpa berhimpitan ataupun bertabrakan.
Fakta
menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Namun, fakta ini
tidak boleh semena-mena dijadikan sebuah dogma bahwa keputusan tertentu harus
sesuai dengan ajaran dan aturan agama Islam. Ini menyangkut hubungan antar sesama
manusia. Dalam lingkup sejarah Indonesia, Indonesia merdeka bukan karena
semata-mata orang Islam, tetapi semua orang bersatu padu untuk berkumpul dan
membuat kesepatakan bersama untuk memerdekakan Indonesia dari penjajahan bangsa
lain. Sebagai salah satu buktinya adalah dengan hadirnya Pancasila sebagai
dasar negara Indonesia. Itu artinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
selayaknya menghargai antar sesama dengan tidak menghadirkan dogma tertentu
yang dipengaruhi oleh golongan mayoritas. Nasionalisme akan tumbuh bukan karena
keegoisan dari masing-masing golongan, tetapi nasionalisme akan tumbuh dengan
hadirnya toleransi, solidaritas, dan rasa kekeluargaan. Bagaimana itu bisa
diwujudkan? Salah satu caranya ada pendidikan, bukan sekedar pendidikan tetapi
pendidikan berkebangsaan Indonesia. Kalau dalam perspektif islam, bisa dikatan
sebagai pendidikan Islam Nusantara.
Islam
dalam Ruang Lingkup Budaya
Islam
tumbuh dan berkembang melalui celah budaya. Tidak mungkin Islam diterima tanpa
memasuki unsur-unsur budaya dalam sebuah masyarakat karena pada dasarnya
masyarakat tumbuh dan hidup teratur karena keterikatan budaya yang berlaku di
daerah tersebut. Ketika hal asing memasuki alam pikiran masyarakat tanpa
memperhatikan konsep berpikir dan bertingkah masyarakat dengan budaya tertentu,
hal asing itu akan langsung dibuang begitu saja. Namun tidak pada Islam,
sekarang Islam tumbuh baik. Namun dengan berkembangnya teknologi dan peradaban
manusia, terkadang orang melupakan sejarah sehingga seakan memandang hidup dan
menerapkan aturan berdasarkan aturan pokok tanpa memperhatikan apa yang disebut
sejarah dan hubungan manusia. Ini yang menjadi permasalahan pada saat ini.
Kebudayaan
suatu masyarakat itu terbentuk berdasarkan kebiasaan dan pengalaman yang
dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. Aturan yang sering banyak disebut
sebagai adat merupakan sebuah produk kesepakatan tidak tertulis dari masyarakat
yang bertujuan untuk dapat menghindarkan seseorang atau masyarakat tertentu
pada malapetaka yang merugikan bagi satu orang ataupun orang banyak. Hadirnya
Islam pada masyarakat yaitu membenahi adat, budaya, dan cara berpikir yang
kurang benar. Salah satu cara agar masyarakat itu menerima adalah dengan
memasukkan unsur-unsur keagamaan dalam setiap sendi budaya yang ada di dalam
masyarakat itu sendiri. Dengan perlahan masyarakat akan memahami hakikat Islam
yang sebenarnya. Dari sinilah Islam hadir pada budaya tertentu yang
mengakibatkan berkembangnya Islam sampai saat ini.
Islam,
nasionalisme, budaya merupakan tiga kunci harmonitas dalam hidup. Ketika
“Islam” hanya disimbolkan sebagai sampul buku saja, keharmonisan kehidupan
tidak mungkin terbentuk. Semua elemen kehidupan selayaknya menjadi satu,
“Islam” sebagai entitas akan kehidupan. Realitas dari Islam bukan identitas, melainkan suatu entitas yaitu manusia sudah
mengintegrasikan Islam dalam setiap tindak tutur, pikir, dan hatinya.
Tindak
tutur sederhana sebagai entitas Islam pada diri seseorang yaitu ia bisa
memposisikan dengan siapa ia berhadapan dan berbicara. Seseorang selayaknya
mempunyai wawasan luas tentang komunikasi dan bahasa untuk bisa masuk dalam
tahap memposisikan sesuai dengan situasi dan kondisi sesuai dengan budaya di
mana ia berada.
Cara
berpikir yang benar sebagai entitas Islam pada diri seseorang yaitu ketika ia
bisa mengintegrasikan keislaman pada setiap aspek dalam kehidupan. Realisasi
dari cara berpikir ini yaitu terwujudnya toleransi kesalahan manusia human error karena kelalaiannya karena
pada dasarnya ia telah memahami aspek dasar dari kehidupan sampai pada aspek
yang komplek hidup, baik aspek berpikir atau aspek bidang keilmuan dalam
lingkup multidisipliner ilmu atau transdisipliner keilmuan tertentu.
Terakhir
yaitu hati. Hati ini erat kaitannya dengan perasaan antar sesama manusia dalam
kaitannya dengan hubungan secara horizontal. Islam yang sudah menetap dalam
hati akan menjadikan orang yang memilikinya itu berada dalam tingkatan yang
paling tinggi. Sama seperti pada konsep “Ikhlas”. “Ikhlas” dalam tataran yang paling tinggi adalah bukan
lagi berada di alam pikiran sedikitpun tetapi seseorang sudah tergerak secara
otomatis tanpa menggunakan alam pikirannya. Ia tergerak karena kebiasaan
baiknya. Begitu juga Islam yang sudah mengakar dalam hati. Ia akan bisa
memandang suatu hal dasar Islam secara otomatis, baik sebagai benteng ataupun
sebagai pemandu hidup. Dari hal yang sederhana sampai pada yang kompleks.
Islam
sebagai entitas akan diri sebagai bagian dari kehidupan yang diciptakan oleh
Tuhan Yang Maha Esa mendorong seseorang bukan lagi berpikir bagaimana
menerapkan Islam tetapi lebih pada bagaimana agama, dia, Tuhan dan segala
ciptaannya mengakar kuat dan berjalan di alam bawah sadar manusia.
NB: tulisan ini diikutsertakan dalam tunamen penulisan esai se jawa timur

