Sabtu, 25 Juni 2016

Sepertiga Malam di Thailand, Ribuan Siswa Mengungsi Tidur ke Musala




Reportase : Mahmud Mushoffa
Mahasiswa Universitas Negeri Malang/peserta PPL/KKN di Thailand
KETIKA ada pernyataan ‘tidur adalah ibadah’ bukan berarti puasa Ramadan hanya dimanfaatkan untuk tidur semata. Tidur di sini diartikan tidur sekadarnya untuk mendapatkan energi lebih guna bisa beribadah pada malam hari dan sepertiga malam.
Nah, tradisi seperti inilah yang ditanamkan di Pondok Arunsat Vitaya School, Kampung Payo, Distrik Sai Buri, Thailand Selatan. Kegiatan ini memang diterapkan untuk melatih santri teratur beribadah di bulan Ramadan dan mendapatkan keberkahan di bulan Suci ini, ungkap Ustadz Husni, pengasuh pondok pesantren sekolah ini saat ditemui Kamis (16/6/2016) silam.
Selama bulan Ramadhan, setiap santri di sana diwajibkan untuk mengkhatamkan satu juz setiap hari sehingga ketika Idul Fitri mereka sudah khatam 30 juz, lebih-lebih bisa khatam dua kali atau lebih.
Selama bulan Ramadan, semua santri dilarang untuk tidur di asrama, akan tetapi wajib tidur di masjid. Hal ini bertujuan agar semua santri mudah dibangunkan untuk salat Tahajud di sepertiga malam selama bulan Ramadan.
Selain salat Tahajud bersama di sepertiga malam, setiap setelah salat subuh dan dhuhur semua satri wajib membaca Al Quran guna mengkhatamkan satu juz setiap hari. Tidak hanya itu, untuk menghindari rasa capek yang berlebih pada diri santri, pihak pondok tak hanya mewajibkan beraktivitas tetapi juga mewajibkan tidur setelah subuh selesai tadarus sekitar satu jam dan setelah salat dhuhur selesai tadarus sekitar dua jam.
Bersama sepertiga malam, itulah sebutan saya untuk mendekatkan diri dengan sesama manusia dan kepada Tuhan yang Maha Esa. Kebersamaan yang mengakibatkan perolehan pahala yang berganda di bulan Suci Ramadan.

sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2016/06/21/sepertiga-malam-di-thailand-ribuan-siswa-di-thailand-ngungsi-tidur-di-musala

Sabtu, 18 Juni 2016

Tentangku



Mahmud Mushoffa , dilahirkan di Kediri , 12 Desember 1993. Ia dilahirkan dari pasangan Dami dan Siti Rofiah. Tempat tinggal asalnya di Jalan Sakura Lingkungan Pulerejo Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
          Ia pernah mengenyam pendidikan di TK Miftahul Ulum selama dua tahun, kemudian dilanjutkan ke SDN Bawang 3. Alhamdulillah, setelah SD ia bisa melanjutkan ke MTsN Kediri II yang merupakan sekolah unggulan di kota kediri dan kemudian melanjutkan studi di MAN Kota Kediri 3. Sekarang ini sedang menempuh kuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Negeri Malang.
          Selama mengenyam pendidikan di MTs, ia pernah mengemban amanat dari teman-teman dan guru-guru untuk memimpin organisasi pramuka MTsN Kediri II periode 2008/2009. Alhamdulillah, ketika menggeluti dunia kepramukaan di tingkat penggalang, ia pernah menyabet gelar pramuka garuda dan bintang tahunan pramuka di kota kediri. Kemudian, ketika menempuh studi di MAN Kota Kediri 3, ia kembali diberi kepercayaan dari teman-teman untuk mempimpin organisasi Kelompok Ilmiah Remaja An-Nahl MAN Kota Kediri 3 periode 2011/2012.
          Pada saat kuliah, tepatnya semester 2, ia pernah bergabung dengan proyek dosen untuk menyelesaikan video dokumenter Sekolah Bersih dan Sehat yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang atas perintah dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar. Beberapa karyanya telah termuat di media massa. Aktivitas sekarang yang masih ia jalani adalah bergabung dengan Ikatan Alumni MAN 3 Kediri di Malang, Forum Lingkar Pena, Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis Universitas Negeri Malang, Pengajar di Lembaga Bimbingan Belajar, dan Pembina Ekskull Jurnalistik SMP Brawijaya Smart School (BSS).

Alamat Download Template

berikut beberapa alamat untuk mendapatkan template blog keren, semoga bermanfaat

https://gooyaabitemplates.com
http://www.free-css.com/free-css-templates
http://www.themexpose.com/2015/12/2016-responsive-blogger-template.html
http://designscrazed.org/

Sabtu, 04 Juni 2016

Kaya Boleh tetapi Sederhana Itu Harus


MENGULANG kisah kehidupan para sahabat Nabi Muhammad SAW, banyak di antara sahabat yang kaya raya namun kehidupannya sangatlah sederhana. Nah, hal serupa saya saksikan ketika berada di  Thailand Selatan ini dalam rangka PPL/KKN 2016.
Selasa (31/5/2016) ketika berkunjung ke rumah Ustadz Abdul Qadir di Pattani, Thailand selatan, kawasan yang banyak dihuni kaum muslin Thailand. Begitu sampai di rumahnya saya dibuat tertegun melihat rumah yang jauh dari mewah, kendati kekayaan ia miliki, ilmu juga harta. Lihat saja mobil mewah yang dimilikinya terparkir di depan rumahnya.
Hal serupa juga terlihat pada penduduk Pattani lainnya. Hampir semua warga mempunyai kendaraan roda empat. Kebanyakan mobil yang mereka miliki adalah mobil sekelas Pajero Sport.
Sontak saya membandingkan dengan tempat saya tinggal sedari kecil hingga kini di Indonesia. Banyak orang yang membangun rumah mewah hanya untuk kepuasan batin semata. Mungkin agar dianggap sebagai orang yang berpunya kekayaan lebih. Padahal tidak.
Sebaliknya di Pattani ini, tidak banyak orang punya rumah mewah, bahkan bisa dikatakan hampir tidak ada.
Di sini kesederhanaan dan kebermanfaat dari apa yang ada di dunia benar-benar diperhitungkan jika dilihat dari kenyataan di lapangan. Meski mereka mempunyai mobil mewah, tetapi rumahnya sangat sederhana.
Rumah tanpa emosi. Itu istilah saya, karena rumah yang ada dibangun tanpa ada unsur keindahan yang berlebih tetapi sekadar kebermanfaatan rumah itu sendiri.



Sumber:
http://surabaya.tribunnews.com/2016/06/03/kaya-boleh-tetapi-sederhana-itu-harus
http://jsi.sastra.um.ac.id/catatanku-di-thailand-2/