Rabu, 17 Desember 2014

Mudah Membuat Puisi Emang Gue Pikirin

BERMULA dengan paksaan, lalu menjadi bisa, kemudian terbiasa, dan berakhir dengan hasil yang luar biasa. Begitu kata Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. saat Diklat Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis (UMKP) di Universitas Negeri Malang, Minggu (16/3/2014). Pada kesempatan itu, beliau memberikan rumus untuk membuat puisi.
Tidak hanya matematika saja yang mempunyai rumus yang kebanyakan orang mengganggap rumus matematika adalah rumus yang mematikan. Puisi juga mempunyai rumus. Tetapi rumus puisi tidaklah sama dengan rumus matematika. Kalau rumus matematika mengandalkan pola berhitung, maka rumus puisi lebih cenderung berlandaskan imajinasi.
Pertama rumus ala Prof Dr Wahyudi Siswanto adalah emang gue pikirin(EGP). Bisakah EGP menerbangkan seseorang untuk membuat puisi? Wahyudi Siswanto berhasil menghipnotis peserta dengan rumus EGP dalam pembuatan puisi.
Kedua, menguraikan nama untuk dijadikan awal dalam pembuatan puisi. Peserta diminta menuliskan kata-kata berawalan huruf nama masing-masing yang disusun secara vertikal. Dari setiap huruf yang disusun vertikal tersebut dilanjutkan dengan menambahkan sebuah kata yang pas dan kemudian disusun secara horizontal.
Ketiga, mencari kata yang berakhiran sama sebanyak mungkin tanpa menghiraukan dan tanpa berpikir panjang. Bermodal keberanian dan daya ingat kuat akan kata yang berakhiran sama, dituliskan ke dalam lembaran kertas. Setelah selesai, kata tersebut menjadi sebuah akhiran di setiap baris dengan menambahkan kata yang sesuai di depannya.
Terakhir, menjadikan yang biasa menjadi luar bisa. Analoginya seperti ini, jika seseorang ingin menjadi luar biasa, selayaknya ia harus berbeda dengan orang biasanya dan menjadikan dirinya yang luar biasa. Begitulah dengan puisi, puisi itu ibarat seseorang yang ingin luar biasa. Agar puisi tersebut menjadi luar biasa, harus dibentuk dengan uraian kata yang luar biasa. Semisal kata lampu.
Dalam hal ini, lampu digambarkan dengan kata mata-mata langit. Kemudian kata sinar lampu diganti dengan lelehan sinar senja manusia. Masih banyak yang lainnya. Seketika itu, peserta yang awalnya sulit menulis puisi, bisa dengan mahir menulis puisi dengan mantra emang gue pikirin.
Sumber: