BERMULA dengan paksaan, lalu menjadi bisa,
kemudian terbiasa, dan berakhir dengan hasil yang luar biasa. Begitu kata Prof.
Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. saat Diklat Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis (UMKP)
di Universitas Negeri Malang, Minggu (16/3/2014). Pada kesempatan itu, beliau
memberikan rumus untuk membuat puisi.
Tidak hanya matematika saja yang mempunyai
rumus yang kebanyakan orang mengganggap rumus matematika adalah rumus yang
mematikan. Puisi juga mempunyai rumus. Tetapi rumus puisi tidaklah sama dengan
rumus matematika. Kalau rumus matematika mengandalkan pola berhitung, maka
rumus puisi lebih cenderung berlandaskan imajinasi.
Pertama rumus ala
Prof Dr Wahyudi Siswanto adalah emang gue pikirin(EGP).
Bisakah EGP menerbangkan seseorang untuk membuat puisi? Wahyudi Siswanto
berhasil menghipnotis peserta dengan rumus EGP dalam pembuatan puisi.
Kedua, menguraikan
nama untuk dijadikan awal dalam pembuatan puisi. Peserta diminta menuliskan
kata-kata berawalan huruf nama masing-masing yang disusun secara vertikal. Dari
setiap huruf yang disusun vertikal tersebut dilanjutkan dengan menambahkan
sebuah kata yang pas dan kemudian disusun secara horizontal.
Ketiga, mencari kata yang berakhiran sama sebanyak mungkin tanpa menghiraukan dan
tanpa berpikir panjang. Bermodal keberanian dan daya ingat kuat akan kata yang
berakhiran sama, dituliskan ke dalam lembaran kertas. Setelah selesai, kata
tersebut menjadi sebuah akhiran di setiap baris dengan menambahkan kata yang
sesuai di depannya.
Terakhir, menjadikan
yang biasa menjadi luar bisa. Analoginya seperti ini, jika seseorang ingin
menjadi luar biasa, selayaknya ia harus berbeda dengan orang biasanya dan
menjadikan dirinya yang luar biasa. Begitulah dengan puisi, puisi itu ibarat
seseorang yang ingin luar biasa. Agar puisi tersebut menjadi luar biasa, harus
dibentuk dengan uraian kata yang luar biasa. Semisal kata lampu.
Dalam hal ini, lampu digambarkan dengan kata mata-mata
langit. Kemudian kata sinar lampu diganti dengan lelehan
sinar senja manusia. Masih banyak yang lainnya. Seketika itu,
peserta yang awalnya sulit menulis puisi, bisa dengan mahir menulis puisi
dengan mantra emang gue pikirin.
Sumber: