Syekh Abu Muhammad bin AbduUah bin Fadhl menceritakan bahwa Auza’i
berkata bahwasannya suatu hari Maisyarah bin Hunais melewati kuburan dan
berucap, "semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, hai
penghuni kubur. Kalian bagi kami adalah orang-orang yang mendahului.
Sedang kami bagi kalian adalah orang-orang yang tertinggal. Semoga Allah
senantiasa membelas-kasihani kami serta kalian semua. Semoga Allah
senantiasa melimpahkan barokah-Nya pada kalian, juga pada kami ketika
kami nanti mengalami seperti apa yang kalian alami (mati)."
Dengan kehendak Allah, tiba-tiba ruh salah seorang lelaki kembali ke
dalam jasadnya. Lelaki itu berkata, "kalian sangat beruntung, wahai
orang yang hidup. Kalian bisa mengerjakan ibadah haji empat kali dalam
sebulan."
Maisyarah pun berkata, "semoga Allah membelas-kasihani kamu. Akan
tetapi, bagaimana mungkin kami dapat berhaji sebanyak empat kali selama
sebulan?"
Lelaki itu menjawab, "dengan shalat Jumat. Apakah kalian tidak tahu
kalau sesungguhnya shalat Jumat itu adalah ibadah haji yang mabrur dan
makbul?"
"Bila demikian, beritahu kami, amalan apa yang mesti kami perbanyak pada hari itu?"
"Istighfar. Karena sesungguhnya, istighfar adalah amalan yang sangat bermanfaat di akhirat kelak."
"Lalu, kenapa kamu tidak menjawab salamku? Katakan sebabnya?"
"Lalu, kenapa kamu tidak menjawab salamku? Katakan sebabnya?"
Lelaki itupun menjawab, "sesungguhnya, menjawab salam adalah suatu amal
kebaikan. Tetapi, pahala dari perbuatan baik telah dicabut atas kami.
Maka tidak ada manfaatnya kalau saat ini kami melakukannya. Bagi kami
tidak ada lagi perbuatan baik yang bisa menambah pahala atau mengurangi
dosa. Maka kami sangat berterimakasih pada kalian atas ucapan salam yang
kalian sampaikan.
Penerbit : Kartamedia
Judul : Allah Tidak Tidur

0 komentar:
Posting Komentar