BANYAK yang beranggapan membaca puisi itu
biasa, tapi mendramakan puisi itu luar biasa. Aksi itulah yang dihajat Himpunan
Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (FS UM) dalam
lomba teatrikal puisi, Jumat (11/4/2014) di laboratorium drama FS UM.
Berbagai teknik disajikan peserta. Ada yang
menyajikan puisi berbalut komedi kritik, amuk rakyat pada pemimpin negeri, dan
lainnya. Semisal peserta yang memakai puisi karya Taufik Ismail (Kalian Jadikan
Kami Bangsa Pengemis, lalu, Kalian Paksa Kami Masuk Penjajahan). Aksi tersebut
dilatari bunyi ketukan ritmis kaleng bekas. Tak hanya itu, yang terpenting
dalam teatrikal puisi adalah korelasi dan koherensi setiap gerakan, musik, dan
alat bantu yang ada. Kesederhanaan yang bermakna akan lebih berarti daripada
kemewahan miskin arti.
Puisi itu sejatinya sederhana. Jika
kesederhanaan puisi dijiwai, dirasakan serta diwujudkan dalam bentuk berbeda,
maka kesederhanaan itu akan jauh lebih bermakna. Meski hanya sebuah puisi itu
akan dapat menggetarkan ruangan yang awalnya hening menjadi tegang dan heboh
akibat ulah sebuah puisi.