Reportase : Mahmud Mushoffa
Mahasiswa Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Negeri Malang/peserta KKN/PPL di Thailand
Mahasiswa Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Universitas Negeri Malang/peserta KKN/PPL di Thailand
MENGHAFAL Al Quran
merupakan suatu tanggungjawab yang sangat besar. Bagi yang menghafal Al
Quran, paham isinya, lalu mengamalkannya dalam kehidupan, maka
jaminannya adalah surga.
Seperti disampaikan Rasulullah SAW melalui
Anas RA yaitu ketika Anas bertanya kepadanya tentang siapa yang
merupakan bagian keluarga Allah SWT setelah Rasulullah SAW menjelaskan
bahwa Allah SWT memiliki keluarga dari manusia.
Rasulullah menjawab, mereka adalah ahli
Quran, orang yang membaca, menghafal, dan mengamalkannya. Ia adalah
keluarga Allah SWT dan orang-orang yang teristimewa bagiNya.
Konsep inilah yang diperhatikan pengurus Pondok Arunsat Vitaya School Pattani, Thailand dan diterapkan dalam program menghafal Al Quran.
Pondok pesantren ini mewajibkan semua santri tanpa pandang umur untuk memulai menghafal Al Quran dari Juz 30. Sekolah juga mengadakan kelas Tahfidzul Quran yang fokus untuk menghafal Al Quran.
Kegiatan dalam kelas banyak dihabiskan untuk
menghafal dan beberapa mata pelajaran pendukung seperti tafsir dan
sejenisnya. Hanya beberapa jam saja untuk kebutuhan tambahan dan mata
pelajaran wajib selevelnya, yaitu bahasa Inggris dan Melayu, komputer,
sain, pendidikan kewarganegaraan Kerajaan Thai.
Untuk hafalan Al Quran ini dibimbing Ustadz
Adil, yang telah menamatkan perkuliahan bahasa Arab di Jordan dan
tahfidzul Quran di Afrika Selatan. Ustadz Adil berkewajiban memantau
progres pembelajaran Al Quran.
Untuk kelas pagi, khususnya kelas tahfidz dibimbing Ustadz Ismail yang telah menamatkan sekolah Tahfidzul Quran di Malaysia dan di Afrika Selatan bersama Ustadz Adil.
Terlepas dari itu semua, serangkaian program
yang ditawarkan Islamic Boarding School ini merupakan langkah kecil
untuk menanamkan pendidikan karakter yang baik untuk anak-anak ke
depannya.
http://surabaya.tribunnews.com/2016/08/07/mulailah-dari-juz-30-dulu