Jumat, 15 Februari 2013

Emosi Positif



Kita harus terlebih dahulu memiliki jumlah yang cukup untuk menjadikan hidup kita positif, sebelum mampu berbagi dengan orang lain.
Jika kita mendengar kata ‘tabungan’, biasanya kita langsung mengasosiasikannya dengan uang. Berpa jumlah uang yang kita simpan di ban, dalam celengan, di bawah bantal, di sela-sela buku, di kolong tempat tidur, atau di tempat-tempat aneh lainnya. Kadang-kadang kita baru ‘menemukan’ uang yang kita ‘tabung’ itu sepuluh tahun kemudian. Itu pun dengan tidak sengaja. Ketika kita hendak memindah lemari buku. Tiba-tiba saja ada dua lembar uang kertas lima puluh ribuan. Setelah kita ingat-ingat, ternyata memang kitalah yang ‘menabung’ uang itu sepuluh tahun yang lalu. Bagaimana dengan tabungan emosi positif? Waw..... tabungan emosi positif???? Agak jangal ya....., Benar ‘tabungan emosi positif’. Pernahkah Anda menabung emosi positif?
                 Mungkin Anda pernah mendengar tentang teori ‘ember dan gayung’-nya Donald Clifton. Hanya ember yang berisi air saja yang dapat memberi isi gayung air. Ember kosong, tidak mungkin memberi air kepada sang gayung.
                Jika ember itu diumpamakan sebagai diri kita dan air mewaili emosi positif yang  mengisi tubuh kita maka itu berarti “hanya jika diri kita dipenuhi emosi positif saja, kita bisa memberikan energi positif kepada orang lain”. Kita tahu kalau orang-orang yang jiwanya “kering” tidak mungkin bisa memberikan kesejukan kepada orang lain. Jika kita membiarkan diri kita sendiri menjadi kering maka kita tidak akan mampu untuk memberikan energi positif itu kepada orang lain.
                Ngomong-ngomong, akan Anda apakan uang lembaran lima puluh ribuan yang ditemukan di baik lemari itu? Mentraktir teman ? atau mengajak adik makan kerang rebus di warteg pinggir jalan? Atau , barang kali Anda memberikannya kepada petugas kebersihan yang sedang menyapu sampah sisa-sisa tiker bertebaran di pintu gerbang tol. Anda mempunyai begitu banyak pilihan bukan?
                Begitu pula dengan tabungan positif yang Anda miliki. Anda bisa memberikannya kepada orang-orang di sekitar Anda sehingga dengan pemberian energi positif Anda itu, mereka mengisi ‘ember-ember’ jiwa mereka. Oleh karena itu, hidup mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hey lihat, Anda sudah menjadikan hidup sesorang menjadi lebih baik. Ketika Anda memberinya energi positif, mereka menjadi semakin positif juga. Mereka semakin bahagia. Selanjutnya, ketika mereka merasa ember mereka penuh juga, mereka kemudian memberikan energi positif itu kepada orang lain. Lihatlah, ternyata semudah itulah kebaikan menyebar dari satu orang kepada orang lainnya. Lantas ketika penyebaran itu menjadi sebuah wabah maka kebaikan kecil yang Anda tebarkan kepada satu orang bisa menyebar kepada seluruh umat manusia di muka bumi.
                Sebentar dulu, Mestikah ita memberi tabungan emosi positif itu kepada orang lain? Seperti uang yang Anda tabungkan, Anda boleh menggunakannya untuk apa saja. Untuk diri Anda sendiri atau orang lain. It’s your call. Demikian pula halnya dengan emosi positif Anda sendiri agar hari-hari Anda menjadi indah. Bisa pula diberikan kepada orang lain. Agar hari-hari Anda menjadi lebih berarti dan kaya makna. Bedanya, uang tabungan Anda mungkin akan habis esaat setelah Anda menggunakan atau memberikannnya. Sementara emosi posotif akan semakin bertambah ketika Anda memanfaatkannya. Entah Anda memanfaatkan untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Contohnya begini. Sifat penolong adalah salah satu bentuk emosi positif. Ketika Anda menolong orang, sebenarnya Anda sedang memberikan energi positif itu kepada orang lain. Hanya jika pertolongan itu dilakkukan dengan tulus tentu saja. Sebaliknya, ketika mendapat pertolongan Anda, orang itu membalasnya dengan ucapan terima kasih dan senyum yang tulus juga. Anda, ketika melihat senyum itu di wajahnya, merasa begitu bahagia. Kemudian, ketika kebahagiaan itu memasuki relung hati Anda, tabungan emosi positif di dalam ‘ember’ Anda kembali terisi.
Sekarang coba tengok lebih jauh ke dalam hati orang itu. Begitu berterima kasihnya kepada Anda. Dia berjanji di dalam hati, ‘kelak jika dia sudah keluar dari permasalahan ini, dia akan meniru Anda’. Dia akan mencari orang lain yang berada dalam kesulitan serupa, dan dia akan menolong orang itu sebisanya. Lihatlah. Energi dalam ember positif orang itu bertambah.
Setahun kemudian orang itu benar-benar menemukan seseorang yang butuh pertolongan dan dia benar-benar menolongnya. Dia Bahagia. Orang yang ditolongnya juga bahagia, ditambah bonus cira-cita untuk menolong orang lain di kemudian hari.
Anda menyaksikan rentetan peristiwa itu berulang terus-menerus, dari satu orang kepada orang-orang yang lainnya. Seolah-olah kini sebagian besar orang yang Anda temui merupakan bagian dari ‘jaringan’ yang Anda bangun. Begitu banyak orang yang telah tertolong, yang kemudian menjadi sang penolong lainnya. Begitu setersunya, hey lihatlah. Ember positif Anda semakin terisi penuh.
Semua orang baik di muka bumi ini suka memberi. Mereka menyisihkan sebagian uang yang dihasilkannya setiap bulan untuk memberi kepada orang lain. Entah seribu rupiah. Atau sepuluh ribu. Seratus ribu. Satu juta. Berapa saja. Namun mereka’kita semua’hanya bisa  melakukannya jika sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup paling dasar terlebih dahulu. Kita tidak mungkin memberi kepada orang lain jika kebutuhan hidup kita sendiri belum terpenuhi.
Bagaimana jika tabungan emosi positif kita benar-benar sedikit? Bukankah tidak mudah mencari tambahannya? Tidak usah khawatir. Selalu ada cara bagi kita untuk terus-menerus menambah tabungan emosi positif itu. Pertama, kita bisa melakukannya dengan diri sendiri. Mulai dari cara sederhana saja. Misalnya, dengan sekedar memiliki keyakinan bahwa kita dapat mengatasi masalah yang sedang kita hadapi maka tabungan emosi positif kita mulai bertambah sedikit. Jika kita melakukan sebuah tindakan untuk mengatasi masalah kita, tabungan itu bertambah sedikit lagi. Ketika menghadapi rintangan dalam upaya itu, lalu kita kesal, tabungan itu berkurang. Namun, ketika kita katakan, ‘rintangan ini akan menjadikan aku semmaaaaakiiiiiin kuat!!!!!’ maka tabungan emosi positif kita ‘bertambah ’ sangat ‘banyak’. Begitulah seterusnya. Kita bisa mengisi kembali, sebanyak yang kita inginkan.

0 komentar: