Disaat orang
lupa akan dirinya. Betapa hidup ini seakan angin yang lewat di
hadapannya. Padahal ada yang lebih penting untuk dimaknai dalam hidup ini.
Mengapa ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari? Apakah seseorang hanya mengabaikan
saja ataukah benar-benar lupa?
Di dalam hidup
terdapat jutaan ribu makna yang harus dimengerti oleh semua orang. Supaya orang
tak begitu saja menghakimi dengan kata-kata yang tidak sepantasnya untuk di
keluarkan. Misalnya ketika orang itu sedang dalam dilema ketika dituduh
melakukan hal yang sebenarnya tidak dia lakukan. Pernahakah anda merasa begitu.
Mungkin saja iya, mungkin tidak. Yang membedakan adalah apakah anda merasakan
atau tidak. Itu saja. Sebenarnya ada banyak makna dibalik semua itu.
Dengan hal itu
anda dituntut untuk berfikir lebih banyak lagi daripada biasanya yang
memungkinkan anda untuk berfikir lebih kreatif. Dan bisa saja hal ini dapat
mendewasakan pribadi anda. Selain itu, di saat ini pulalah anda di uji mental
dan pengetahuan yang selama ini anda miliki, pelajari, dan dapatkan melalui
proses pembelajaran. Benarkah begitu. Ini adalah sebagian kecil dari yang bisa
di jelaskan. Dan masih banyak lagi yang tersimpan di dalamnya.
Coba kita
melihat kembali para pelajar di Indonesia ini. Jikalau kita mengatahui dengan
benar sampai ke akar-akarnya. Mungkin semua orang yang tahu akan merasa kasihan
dengan apa yang terjadi padanya yang seharusnya tidak ada. Kebanyaan orang
sekarang ini hanya memandang sebelah mata. Ibarat orang melihat buah kedondong
dari luarnya saja tanpa melihat dalamnya isi buah kedondong tersebut. Banyak
sekali pelajar yang kehilangan jati diri seorang pelajar yang sesungguhnya. Ada
apa dengan ini. Apakah proses pendidikannya yang kurang sempurnya ataukah
kebiasaan jelek yang selalu dipelihara dalam ketidaksadaran. Mungkin semua itu
bisa terjadi. Kita sebagai orang yang mengerti selayaknya ita doakan semoga
yang selama ini tidak benar, dengan sesegera mungkin dapat berubah menjadi
benar dan tidak akan membawa bibit-bibit kesalah baru yang mengakibatkan
kesalahan yang yang sangat fatal. Amin.

0 komentar:
Posting Komentar